Saturday, December 1, 2007

ramadhan

Telah tiba bulan ramadhan….

Bulan penuh hikmah, penuh barokah….

10 hari pertama mendapat anugerah,

10 hari kedua mendapat ampunan,

10 hari terakhir mendapat pahala

Hari – hari penuh ujian….

Lapar, haus, dan segalanya ditahan dalam bulan ini

Siang menahan, malam balas dendam!

Terima kasih Ya ALLAH……

Kau telah mempertemukanku dengan bulan ramadhan di tahun ini

Semoga tahun depan aku mendapat lebih dari yang kuinginkan.

Tapi……

Aku tetap semangat untuk berkarya walaupun ujian melanda…..

Terus berkarya demi masyarakat thoyyibah.

Ya ALLAH….

Ridhoilah kiranya perjalananku ini……

Jika memang benar ini yang terbaik, maka bantulah aku di segala usahaku….

Aku yakin, Engkau Maha Pengasih lagi Maha Pengampun….

Maka….

Ampunilah dosaku, kedua orang tuaku

Serta umat muslim di dunia ini yang berjalan di jalanMU

Di bulan ramadhan…….

yang penuh hikmah ini…..

Dan…..

Pertemukanlah kami semua umat muslim di seluruh penjuru dunia ini

Untuk datang, menyambut, serta meraih hari kemenangan yang fitri nantinya

Dengan ketulusan hati nan suci mengharaap ridhoMU Ilahi…..

Ku mohon ampunilah aku ya ALLAH, ampuni aku…..

bunyi

Telinga Kita Yang Dapat Mendengar Tanpa Sebarang Gemercikan

Allah telah menjadikan telinga kita sempurna seperti mata. Bayangkan sebua h stereo, sebagai contoh. Walaupun kamu memasang stereo terbaik, kamu tetap akan mendengar bunyi gemercikan dan desiran. Rangkaian radio sering bercampur aduk. Sekarang, jangan bercakap tapi dengar sahaja! Dapatkah kamu mendengar sebarang bunyi desiran? Telinga kamu tidak akan menghasilkannya. Kamu mendengar suara dengan begitu jelas sekali. Jadi apakah kamu merasakan telinga kamu juga menghasilkan bunyi gemercikan seperti stereo? Allah telah menjadikan telinga kita dengan sempurna dan kita dapat mendengar bunyi di sekeliling kita tanpa sebarang gangguan.

Allah telah menjadikan telinga kita sedemikian rupa sehinggakan kita tidak dapat mendengar bunyi-bunyi yang akan mengganggu kita. Darah di dalam tubuh kita, sebagi contoh, mengalir dengan begitu pantas dan ia menghasilkan bunyi yang banyak ketika proses peredarannya. Bagaimanapun, telinga kita tidak mendengar bunyi yang dihasilkannya. Bumi kita juga menghasilkan bunyi yang kuat ketika berputar. Tetapi, Allah telah menjadikan telinga kita begitu ideal sehingga kita tidak dapat mendengar bunyi ini. Allah sentiasa memelihara kita. Kerana itulah, sepanjang hidup kita, Allah tidak membiarkan kita mendengar bunyi-bunyi yang mengganggu kita.

Kerana itulah kita perlu bersyukur kepada Allah di atas nikmatnya, Allah telah menjelaskannya di dalam ayat Al-Quran:

Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu kamu dengan keadaan tidak mengetahui sesuatupun; dan Dia mengurniakan kepada kamu pendengaran dan penglihatan serta hati akal fikiran); supaya kamu bersyukur.(Surah An-Nahl:78)


Ini adalah gambar rajah menunjukkan telinga dalam kamu. Cuping telinga kamu mengumpulkan bunyi, dan ia akhirnya sampai ke pusat pendengaran di dalam otak kamu dengan bergerak di dalam telinga kamu. Dan di sinilah berlakuknya proses pendengaran.

Friday, November 30, 2007

Scene Punk/Hardcore/Brit/Indie pop

Invasi musik grunge/alternative dan dirilisnya album Kiss This dari Sex Pistols pada tahun 1992 ternyata cukup menjadi trigger yang ampuh dalam melahirkan band-band baru yang tidak memainkan musik metal. Misalnya saja band Pestol Aer dari komunitas Young Offender yang diawal kiprahnya sering meng-cover lagu-lagu Sex Pistols lengkap dengan dress-up punk dan haircut mohawknya. Uniknya, pada perjalanan selanjutnya, sekitar tahun 1994, Pestol Aer kemudian mengubah arah musik mereka menjadi band yang mengusung genre british/indie pop ala The Stone Roses. Konon, peristiwa historik ini
kemudian menjadi momen yang cukup signifikan bagi perkembangan scene british/indie pop di Jakarta. Sebelum bubar, di pertengahan 1997 mereka sempat merilis album debut bertitel `…Jang Doeloe’. Generasi awal dari scene brit pop ini antara lain adalah band Rumahsakit, Wondergel, Planet Bumi, Orange, Jellyfish, Jepit Rambut, Room-V,
Parklife hingga Death Goes To The Disco.

Pestol Aer memang bukan band punk pertama, ibukota ini di tahun 1989 sempat melahirkan band punk/hardcore pionir Antiseptic yang kerap memainkan nomor-nomor milik Black Flag, The Misfits, DRI sampai Sex Pistols. Lukman (Waiting Room/The Superglad) dan Robin (Sucker Head/Noxa) adalah alumnus band ini juga. Selain sering manggung di Jakarta, Antiseptic juga sempat manggung di rockfest legendaris Bandung, Hullabaloo II pada akhir 1994. Album debut Antiseptic sendiri yang bertitel `Finally’ baru rilis delapan tahun kemudian (1997) secara D.I.Y. Ada juga band alternatif seperti Ocean yang memainkan musik ala Jane’s Addiction dan lainnya, sayangnya mereka tidak sempat merilis rekaman.

Selain itu, di awal 1990, Jakarta juga mencetak band punk rock The Idiots yang awalnya sering manggung meng-cover lagu-lagu The Exploited. Nggak jauh berbeda dengan Antiseptic, baru sembilan tahun kemudian The Idiots merilis album debut mereka yang bertitel `Living Comfort In Anarchy’ via label indie Movement Records. Komunitas-
komunitas punk/hardcore juga menjamur di Jakarta pada era 90-an tersebut. Selain komunitas Young Offender tadi, ada pula komunitas South Sex (SS) di kawasan Radio Dalam, Subnormal di Kelapa Gading, Semi-People di Duren Sawit, Brotherhood di Slipi, Locos di Blok M hingga SID Gank di Rawamangun.

Sementara rilisan klasik dari scene punk/hardcore Jakarta adalah album kompilasi Walk Together, Rock Together (Locos Enterprise) yang rilis awal 1997 dan memuat singel antara lain dari band Youth Against Fascism, Anti Septic, Straight Answer, Dirty Edge dan sebagainya. Album kompilasi punk/hardcore klasik lainnya adalah Still One, Still Proud (Movement Records) yang berisikan singel dari Sexy Pig, The Idiots, Cryptical Death hingga Out Of Control.

j-rock n prisa

Tuesday, March 20, 2007